Dalam artikel ini saya akan membahas tentang file system
dimana kita ketahui file system pada computer ada banyak tetapi saya hanya akan
membahas tentang 2 file system yaitu Raiser File System dan Journaling File System
dimana mencakup tentang cara kerja dari dua file system tersebut serta
kekurangan dan kelemahan dari dua file system tersebut, sebelum membahas
tentang Raiser File System dan Journaling File System ada baiknya kita
mengetahui apa itu file system
File system merupakan struktur logika
yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada pada
harddisk. File system juga menyediakan mekanisme untuk penyimpanan data dan
program yang dimiliki oleh system operasi serta seluruh pengguna dari system
komputer. File system terdiri dari dua bagian, yaitu :
- Kumpulan file yang masing-masing menyimpan data-data yang berhubungan
- Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam system
Masing-masing system operasi
menggunakan cara yang berbeda dalam mengatur dan mengendalikan akses data dalam
harddisk. Cara pengaturan dan pengendalian ini tidak tergantung pada
spesifikasi dari perangkat keras, misalnya suatu harddisk dengan spesifikasi
yang sama dapat menggunakan file system yang berbeda.Struktur logika dari suatu
hard disk memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja, daya tahan, dan
pengembangan dari suatu disk.
Penetapan file system dalam suatu harddisk dilakukan pada
saat harddisk tersebut akan di format. Disk umumnya terdiri dari beberapa
plate. Pada setiap plate terdapat dua permukaan (surface). Setiap permukaan ini
dilapisi dengan lapisan magnetis.
File system sering juga disebut dengan system berkas
merupakan suatu cara untuk mengorganisasikan atau mengelompokkan, mngolah dan
menyimpan data/file computer pada media penyimpanan. File system ini juga
merupakan jembatan penghubung antara system operasi dengan memori.
Setiap system operasi memiliki file system masing - masing,
meskipun ada file system dari system operasi lain yang bias dibaca atau digunakan
di system operasi lainnya tetapi bukan sebagai penyimpanan data system. Sebagai
contoh file system pada system operasi windows dapat digunakan di linux tetapi
bukan sebagai penyimpanan data system.
Uraian tentang Raiser File System dan Journaling File System
1.1 Raiser
File System
Reiser file sistem memiliki jurnal yang cepat.
Ciri-cirinya mirip EXT3 file sistem. Reiser file sistem dibuat berdasarkan
balance tree yang cepat. Balance tree unggul dalam hal kinerja, dengan
algoritma yang lebih rumit tentunya. Reiser file sistem lebih efisien dalam
pemenfaatan ruang disk. Jika kita menulis file 100 bytes, hanya ditempatkan
dalam satu blok. File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok. Reiser file
sistem tidak memiliki pengalokasian yang tetap untuk inode. Resier file sistem
dapat menghemat disk sampai dengan 6 persen
ReiserFS dirancang dan dilaksanakan oleh tim di Namesys
dipimpin oleh Hans Reiser . ReiserFS saat ini didukung pada Linux (tanpa
dukungan kuota). Diperkenalkan dalam versi 2.4.1 dari kernel Linux , itu adalah
sistem file journaling pertama yang dimasukkan dalam kernel standar. ReiserFS
adalah file standar sistem pada Elive , Xandros , Linspire , GoboLinux , dan
Yoper distribusi Linux . ReiserFS adalah file standar sistem di Novell ‘s SUSE
Linux Enterprise sampai Novell memutuskan untuk pindah ke ext3 pada tanggal 12
Oktober 2006 untuk rilis mendatang.
Namesys menganggap ReiserFS (sekarang kadang-kadang
disebut sebagai Reiser3)mempunyau kestabilan dan fitur-lengkap, dengan
pengecualian update keamanan dan perbaikan bug kritis, berhenti pembangunan di
atasnya untuk berkonsentrasi pada penggantinya, Reiser4 . Namesys keluar dari
bisnis pada tahun 2008 setelah Reiser didakwa atas pembunuhan istrinya. Namun,
relawan terus bekerja pada proyek open source.
Cara kerjanya sendiri dibandingkan dengan ext2 dan ext3
dalam versi 2.4 dari kernel Linux, saat menangani file di bawah 4 KiB dan
dengan ekor kemasan diaktifkan, ReiserFS mungkin lebih cepat. Ini dikatakan
sangat bermanfaat di Usenet gulungan berita, cache HTTP, sistem surat
pengiriman dan aplikasi lain di mana kinerja dengan file kecil sangat penting.
Namun, dalam praktiknya kelos berita menggunakan fitur yang disebut cycbuf,
yang memegang artikel dalam satu file besar; cepat HTTP cache dan beberapa
revisi kontrol sistem menggunakan pendekatan yang sama, meniadakan keunggulan
kinerja. Untuk server email, reiserfs adalah bermasalah karena masalah semantik
dijelaskan di bawah. Juga, ReiserFS punya masalah dengan filesystem yang sangat
cepat penuaan bila dibandingkan dengan filesystem lain – di beberapa kinerja
penggunaan skenario filesystem menurun drastis dengan waktu.
Sebelum Linux 2.6.33,
ReiserFS berat menggunakan kunci kernel besar (BKL) – kunci kernel-lebar
global – yang tidak skala dengan baik untuk sistem dengan beberapa core,
seperti bagian-bagian kode kritis hanya pernah dijalankan oleh satu inti pada
suatu waktu.
1.2 Journaling
File System
JFS merupakan journaling file system yang dibuat oleh
IBM, dan saat ini sudah dilepas ke publik. JFS bukanlah barang baru karena
teknologi JFS telah diterapkan pada Sistem Operasi AIX selama lebih dari 10
tahun. JFS 1.0, yang telah siap untuk lingkungan produksi, telah dirilis pada
tanggal 28 Juni 2001. Saat ini, JFS telah matang di Linux.JFS telah dimasukkan secara
resmi ke kernel oleh Marcello pada seri 2.4.20, dan oleh Linux pada 2.5.6.
Sayangnya, tidak banyak distribusi Linux yang memaketkan JFS sebagai file
system default pada sistem operasi Linux. Journaling File System adalah sebuah
sistem berkas yang melacak perubahan yang akan dibuat dalam sebuah jurnal atau
file sebelum mengirimkannya ke sistem file utama. Jika suatu saat komputer
mengalami crash atau listrik mati, file tersebut akan lebih cepat untuk kembali
terkoneksi dan cenderung jauh dari kerusakan.
AIX dan Linux merupakan Sistem Operasi pertama yang menggunakan
Journaling File System ini.
Cara kerja dari Journaling file system yaitu dengan memaksimalkan
konsistensi dari file system karena setiap perubahan dicatat dalam log sebelum
perubahan dilakukan pada file system, dan catatan ini disimpan sampai perubahan
pada file system terlaksana dengan aman. Untuk meminimalkan inkonsistensi pada
file system dan meminimalkan waktu restart sistem, journaling file system
mencatat perubahan yang akan dilakukan pada file system sebelum perubahan
tersebut dilakukan pada file system.
Catatan ini disimpan pada bagian terpisah dari file system, biasanya
disebut “journal” atau “log”. Jika perubahan ini tercatat dengan aman, journaling
file system melakukan perubahan itu pada file system kemudian menghapus catatan
perubahan itu dari log.
1.3 Kelebihan
dan Kekurangan Raiser File System dan Journaling File System
1.3.1 Raiser File System
Beberapa keuntungan dan kelebihan yang bisa kita
dapatkan dengan menggunakan file system ReiserFS:
Secara umum mempunyai kinerja yang lebih tinggi di
semua ukuran file (file size). Mengurangi ruang harddisk yang terbuang percuma,
tidak ada alokasi inode yang statik, file file yang kecil dipaket bersama
dengan file kecil yang lain. Kinerja yang lebih tinggi untuk direktori yang
banyak (contohnya direktori queue qmail dan web cache squid), bahkan jika
dibandingkan dengan JFS yang lain Kekurangan yang ada pada filesystem reiserfs
ini adalah belum sempurna jika dipasang di partisi / atau /boot (karena LILO –
Linux Loader tidak sepenuhnya mendukung filesystem ini) dan yang kedua adalah
belum mendukung sistem quota user. Jadi sementara terapkan reiserfs ini untuk
partisi /usr, /var dan partisi lain yang tidak perlu feature quota user.
1.3.2 Journaling File System
JFS memiliki kebijakan dalam menangani fragmentasi
dengan memanfaatkan extents, atau bagian-bagian kecil secara logikal dalam file
system. Untuk mengoptimalkan file system, JFS mengandalkan utility untuk
melakukan defragmentasi. Blocksize yang bervariasi, Dynamic disk inode
allocation, yang memungkinkan alokasi inode pada saat dibutuhkan dan tidak
harus pada saat pembuatan file system.
JFS juga menggunakan B+Tree untuk mempercepat
pencarian dalam direktori. JFS dapat menyimpan 8 entri direktori dalam inode /
struktur data direktori itu sebelum pindah entri ke B+Tree.
JFS menggunakan kebijakan Grup Alokasi atau
pengelompokan alokasi, hal ini memungkinkan
JFS untuk menjadi alokasi sumber daya untuk mencapai besarnya kinerja
I/O. Kebijakan pertama adalah mencoba untuk memblok disk cluster dan inode disk
untuk file-file yang berada di Grup Alokasi yang sama. Kebijakan kedua adalah
untuk mendistribusikan data yang tidak terkait ke Grup Alokasi yang sama.
Ketika ada sebuah file yang terbuka JFS akan mengunci Grup Alokasi file yang
berada di dalam dan hanya mengijinkan file yang terbuka untuk terakses. Hal ini
akan mengurangi fragmentasi karena hanya file yang terbuka dapat menulis ke
Grup Alokasi.
Kebanyakan distribusi Linux menyediakan dukungan untuk
JFS, kecuali secara khusus dihapus
karena batasan ruang atau masalah lainnya dan kebanyakan masalah yang didapat
dari Live CD distro Linux adalah tidak
tersedianya dukungan JFS karena jfsutils tidak diinstal. Menurut ulasan dan
tolak ukur dari file system yang tersedia untuk Linux, JFS merupakan file system yang cepat dan handal,
dengan kinerja yang baik secara konsisten dalam berbagai jenis beban.
Karakteristik lain juga sering disebutkan, bahwa JFS itu ringan dan efisien
dengan sumber daya sistem yang tersedia, bahkan aktifitas disk yang tinggi
dapat diwujudkan dengan penggunaan CPU yang rendah.
JFS sendiri juga memiliki beberapa kekurangan seperti
: Ukuran minimal file system adalah 16 MB, dan ukuran maksimal adalah 512 TB,
untuk blok 512 Byte dan 4 P (4 Petabyte) untuk blocksize 4 KB.
Ukuran file harus sesuai dan didukungan VFS Linux,
Tidak bisa diterapkan pada disket dan beberapa media removeable lain.
Demikian penjelasan singkat mengenai file sytem, Terima Kasih .......... :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar